Showing posts with label pariwisata. Show all posts
Showing posts with label pariwisata. Show all posts

WISATA DI ATAS AWAN ( BUKIT J88 )

WISATA DI ATAS AWAN ( BUKIT J88 )

J88 adalah suatu bukit yang penuh dengan bebatuan yang sangat besar namun tertata dengan cukup indah dan memungkinkan untuk kita panjat hingga keatas bukit yang merupakan batu besar yang cukup tinggi, dengan begitu kita dapat melihat keindahan alam sangat luas.

Adapun lokasi Bukit ini terdapat di Desa Sucopangepok, kec. Jelbuk - Jember.
Rute untuk menuju ke bukit ini tergolong tidaklah sulit, bila kita dari jember kota ambil jurusan ke utara sesampainya Polsek Jelbuk masih ke utara sedikit lalu ada jalan belok ke kiri sekitar 900m akan kita jumpai masjid yang halamannya bisa untuk tempat parkir motor.

 Akses jalannya masih cukup memadai, Akan tetapi jalan untuk menaiki bukit inilah yang bisa di bilang sangat ekstrim.
Untuk dapat sampai pada puncak bukit ini, harus berhati-hati dalam mendaki, karena jalan ini sangat licin, apa lagi pada saat musim seperti saat ini, sangat tidak memungkinkan untuk terpeleset atau bahkan jatuh ke bawah, jadi saya sarankan harus ramai-ramai atau bersama rombongan anak muda.

Berikut ini adalah gambar pendakian Muly bersama teman-teman menuju puncak bukit J88

WISATA DI ATAS AWAN ( BUKIT J88 )
                                                Awal pendakian ke bukit J88

WISATA DI ATAS AWAN ( BUKIT J88 )
    Medan yang cukup sulit, kita bisa menggunakan bantuan tampar seadanya


WISATA DI ATAS AWAN ( BUKIT J88 )
         Perjuangan mencapai puncak, cukup ekstrem penuh hati-hati


Jika ingin ke J88 ini  anda hanya cukup membayar amal pada masjid disekitar bukit itu, hanya membayar seikhlasnya, tapi kita sudah bisa mendapatkan moment yang sangat indah seperti itu.

J88 ini adalah tempat wisata yang bisa dibilang terjangkau dan sangat indah.
Moment yang dapat di abadikan kecuali melihat matahari tenggelam atau terbit adalah dengan cara berfoto atau selfie di atas batu yang sangat besar dengan memegang tulisan "Pesona Mentari Bukit Di Atas Awan J88" anda pasti sangat puas, karena sudah dapat berdiri di atas batu yang sangat besar dengan dapat melihat awan di bawah kita.


WISATA DI ATAS AWAN ( BUKIT J88 )



WISATA DI ATAS AWAN ( BUKIT J88 )
                                  Aysik Muly memanjat batu di puncak J88



WISATA DI ATAS AWAN ( BUKIT J88 )
                     Senangnya bergembira ria, bisa sampai di atas bukit J88


                Super Ekstrem memanjat batu tertinggi diatas puncak J88




WISATA DI ATAS AWAN ( BUKIT J88 )
                                             Woow . . .    puaaaaaaaas dech

Sangat mengasyikkan bukan jika kita bisa berselfie atau berfoto di atas batu yang besar itu, sungguh sangat puas bukan??
Saya dan teman-teman saya sudah membuktikan keindahan di Bukit Di Atas Awan ini, Memang sangat indah sekali. Spektakuler banget deh Jember Tercinteh ini.

Ini dia ketika Muly selfi bersama Ajeng, Lies dan Roby bertemu dengan teman-teman sesama pecinta alam di J88

WISATA DI ATAS AWAN ( BUKIT J88 )
                                Muly bersama adik -adik seusia sekolah SLTP


WISATA DI ATAS AWAN ( BUKIT J88 )
                      Muly bersama adik-adik remaja di J88


WISATA DI ATAS AWAN ( BUKIT J88 )
                     Muly bersama Remaja pecinta alam asal gebang


WISATA DI ATAS AWAN ( BUKIT J88 )
                 Muly bersama Roby sahabat dari Tisnogambar

 
WISATA DI ATAS AWAN ( BUKIT J88 )
                     Muly bersama Ajeng juga sahabat dari Tisnogambar




WISATA DI ATAS AWAN ( BUKIT J88 )
                     Muly bersama Ajeng melepas lelah di atas batu J88


WISATA DI ATAS AWAN ( BUKIT J88 )
                 Woow Asyiknya serasa enggan untuk pulang , he,he

Nah,, Sobat itulah foto-foto muly dan teman- teman mengunjungi Bukit J88, harapan Muly semoga tulisan ini dapat bermanfaat terutama bagi anda yang ingin berkunjung ke Bukit diatas awan yang berada di kota Jember tercinta ini.
Andai suamiku masih ada disampingku,, tentunya akan mendampingi disetiap petualanganku selanjutnya, he he he muly berandai andai kwkwkwkwkwkw
Salam Muly dari jauuuuh

DI PUNCAK GUNUNG BROMO KAU SANDARKAN KASIHMU

DI PUNCAK GUNUNG BROMO KAU SANDARKAN KASIHMU
                        Muly bersama suami di kaki gunung Bromo

Malam itu aku rebahkan kepalaku di atas pangkuan suami, dengan senyum khasnya dia memandangi wajahku seraya berkata, ayah tahu pasti ada maunya nich, , , ,
Dengan malu-malu aku jawab, emang iya ha,ha,ha
Sepertinya sang suami tanggap keinginan istrinya , iya besuk kita rayakan tahun baru berpetualang ke gunung Bromo,, woow Muly langsung bangun memeluk dan mencium suaminya sambil mengucapkan terima kasih,, terima kasih,, terima kasih suamiku yang baiiiiiik.

Malam itu juga muly mulai melakukan persiapan untuk merayakan tahun baru ke Bromo, dari mulai makanan ringan, susu, coca cola, permen, baju tebal / jaket, mukenah, kaca mata, sepatu, topi , kamera dan obat-obatan yang biasa dikonsumsi suaminya di masukkan ke dalam tas rangsel.

Pagi itu usai sholat subuh Muly bersama suami tercinta melakukan perjalanan untuk merayakan Tahun Baru 2013 di puncak gunung Bromo berdua karena anak-anak sudah memiliki acara sendiri dengan temannya.
Adapun jalur yang Muly tempuh adalah dari Jember ke kabupaten Probolinggo - Ketapang - Patalan - Sukapura - Ngadisari - Cemoro Lawang - G. Bromo.

DI PUNCAK GUNUNG BROMO KAU SANDARKAN KASIHMU
               Muly di pemberhentian terakhir 'tuk memarkir mobil

Disepanjang perjalanan sekali-kali berhenti untuk berfoto menikmati keindahan alam sambil bernyanyi gembira serasa dunia hanya milik kami berdua.
Hingga sampailah ke tempat tujuan, setelah mobil terparkir Muly memilih naik ojek untuk mencapai kaki gunung Bromo yang di impi-impikan.

DI PUNCAK GUNUNG BROMO KAU SANDARKAN KASIHMU
                                     Di lautan pasir naik kuda lebih asyiiik

Dilanjutkan mengarungi lautan pasir dengan naik kuda hingga sampai di dekat tangga yang akan menuju ke puncak gunung untuk melihat kawah dari dekat.
Namun disaat Muly menaiki tangga sampai di posisi tengah-tengah Muly dapati penyakit asma suami kambuh dan dilokasi tersebut tidak ada tempat pertolongan sebangsa klinik atau apapun.

 Untungnya saat itu pertolongan Tuhan berpihak sehingga perjalanan dapat Muly  lanjutkan sampai juga ke puncak gunung Bromo.
Rasa capek menaiki segitu tingginya, anak tangga yang entah berapa jumlahnya tangga muly naiki udah tak terhitung, namun rasa capek itu terbayarkan tunai setelah nyampai di puncak , tepatnya di bibir kawah gunung Bromo yang memiliki misteri hingga sampai kini selalu dirayakan oleh penduduk setempat dengan perayaan Kasodo.

DI PUNCAK GUNUNG BROMO KAU SANDARKAN KASIHMU
             Muly menaiki anak tangga menuju bibir kawah Gunung Bromo

Subhanallah sungguh luar biasa Muly dapat melihat gumpalan asap putih di dalam kawah gunung Bromo dari dekat dan dapat menambah keimanan.

Kami benar-benar merasakan kebesaran tuhan yang telah menciptakan alam ini beserta keindahannya.
Selain itu di saat berada di puncak gunung Bromo Muly merasakan sesuatu yang tidak biasanya pada diri sang suaminya.

DI PUNCAK GUNUNG BROMO KAU SANDARKAN KASIHMU
    Kondisi asmanya kambuh,, tak menyurutkan keinginan menyenangkan istri

Dia terlihat begitu sangat menyayangi dan penuh perhatian pada diri Muly dan itu cukup berlebihan namun Muly saat itu tidak memiliki firasat apapun.
Kecuali sebuah ucapan yang masih mengiang di telinga hingga saat ini, sebagaimana yang beliau ucapkan,” Dik hidupku akan kupergunakan untuk menyenangkan kamu hingga ajal menjemput.”  sungguh sangat Muly sayang kan mengapa ucapan suami saat itu hanya Muly anggap gurauan atau rayuan semata, dan tidak di sangka bila itu merupakan lambang awal perpisahan, Oh my God.

Hingga tiba hari yang dijanjikan Tuhan, tepatnya hari Senin 4 Pebruari 2013.
Terhitung sekitar 36 hari sejak peristiwa di puncak gunung Bromo tersebut, Suami Muly menghembuskan nafas yang terakhir untuk kembali pada sang pencipta.

Dalam kesendirian disaat melihat album tentang gunung Bromo terlintas kenangan indah bersamanya dan kini Muly hanya bisa mengucapkan selamat jalan Kasih semoga engkau bahagia disana dan selalu tersenyum untuk Muly.
Salam dari jauh

GUNUNG BROMO OBYEK WISATA TERINDAH DI JAWA TIMUR

GUNUNG BROMO OBYEK WISATA TERINDAH DI JAWA TIMUR
                             Muly merayakan tahun baru adventure di Gunung Bromo

Gunung Bromo merupakan obyek wisata yang sangat indah di Jawa Timur, keberadaannya  menempati  4 wilayah yaitu kabupaten Lumajang, Probolinggo, Pasuruan dan Malang. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 m di atas permukaan laut, dengan bentuk tubuhnya yang dikelilingi oleh lautan pasir yang luasnya hampir 10 km persegi.

Statusnya yang masih aktif menambah keindahan yang dimiliki gunung ini, bahkan setiap hari kita dapat melihat asap putih yang keluar dari dalam kawah, terutama bila kita bisa sampai ke atas puncak gunung Bromo, disitulah kita dapat menikmati keindahan yang luar biasa, yaitu gumpalan asap putih didalam kawah yang tepat berada di depan mata kita.
Namun untuk melihat kawah dengan jelas kita harus berjuang menaiki beberapa anak tangga yang cukup membuat nafas tersengal-sengal hingga mencapai puncak gunung Bromo.

Gunung Bromo dalam bahasa sansekerta artinya Gunung Brahma, kata Brahma merupakan nama Dewa dalam keyakinan umat Hindu.
Gunung Bromo dipercaya sebagai gunung suci oleh penduduk sekitarnya yang merupakan suku tengger dan mayoritas beragama Hindu, setiap tahunnya mereka mengadakan upacara ritual yang dikenal dengan perayaan kasodo.

GUNUNG BROMO OBYEK WISATA TERINDAH DI JAWA TIMUR
                   Suku Tengger merayakan Upacara Kasodo di G. Bromo

Upacara Kasodo berawal dari cerita sepasang suami istri yang belum dikaruniai anak, beliau adalah tokoh tengger yang bernama Jaka Seger melakukan semedi agar mendapatkan anak, dalam semedinya terdengarlah suara ghoib bahwa do’anya dikabulkan dengan syarat Jaka Seger berjanji bila nanti sudah memperoleh keturunan, maka anak bungsunya yang bernama Kesuma harus dikorbankan ke kawah gunung Bromo.

Jaka Seger berucap janji dan mendapatinya hingga memperoleh 25 anak laki-laki dan perempuan adapun yang bungsu bernama Kesuma.
Dari hari kehari mereka menghabiskan hidupnya dengan penuh kasih sayang hingga tiba saatnya janji harus ditepati, begitu melihat anak bungsunya hati seorang bapak yang seharusnya melindungi anak-anaknya tentunya tak tega melihat kesayangannya harus dikorbankan ke kawah.

Alasan inilah yang memotifasi Jaka Seger terpaksa ingkar janji, namun tak disangka kemarahan Dewa menimbulkan prahara yang menyebabkan suasana berubah gelap seketika dan gunung Bromo menyemburkan api yang menjilat tubuh kesuma sang putra bungsu.

Terdengarlah jeritan Kesuma yang ditujukan pada saudaranya,” Wahai saudara-saudaraku aku telah dikorbankah oleh ayah dan sekarang aku diselamatkan oleh Sang Hyang Widi, untuk itu bersembahyanglah kalian dan lakukanlah kasodo tiap tahunnya disini agar kalian selamat.”

Sejak saat itulah peristiwa ini diikuti oleh suku Tengger yang hidup di kawasan gunung Bromo dengan setia melakukan upacara kasodo yang mereka lalukan setiap tahunnya di bulan kesepuluh dalam penanggalan jawa, tepatnya sekitar tanggal 14 atau 15 disaat bulan purnama.

Upacara ini dilaksanakan di sebuah pure yang berada dibawah kaki gunung Bromo ( lautan pasir) dan dilanjutkan di puncak gunung Bromo, sambil membawa sesajen untuk Sang Hyang Widi dan para leluhurnya sebagai wujut ibadah mereka.